Sunday, 12 October 2014

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI TENTANG JARINGAN HEWAN DAN TUMBUHAN


LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI DASAR
JARINGAN HEWAN DAN TUMBUHAN
Disusun oleh :
HENGKI HARIADI
E1D011056
SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BENGKULU
HENGKI HARIADI              
  1. PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama dari sekumpulan jaringan yang akan membentuk organ. Cabang biologi yang mempelajari jaringan adalah histology. Sedangkan ilmu biologi yang mempelajari jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histologi (Anonymous, 2009 )
Jaringan di bedakan menjadi dua, yakni jaringan tumbuhan dan jaringan hewan. Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel-sel tumbuhan yang mempunyai bentuk, asal, fungsi dan struktur yang sama. Jaringan pada tumbuhan di bedakan menjadi dua yaitu meristem primer dan meristem sekunder. Sedangkan jaringan hewan adalah sekumpulan sel-sel hewan yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama, di bedakan menjadi empat yakni jaringan otot, Jaringan ikat, Jaringan syaraf dan jaringan ephitelium.
1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dari praktikum biologi dasar dengan materi jaringan tumbuhan dan ewan adalah agar praktikan dapat mengenali perbedaan antara jaringan tumbuhan dan jaringan hewan.
Tujuan dari praktikum biologi dasar dengan materi jaringan tumbuhan dan hewan adalah agar para praktikan dapat mengamati struktur sel tumbuhan dan hewan serta mengetahui perbedaan jaringan tumbuhan dan hewan.
1.3 Waktu dan Tempat
Praktikum biologi dasar dengan materi jaringan tumbuhan dan hewan dilaksanakan pada hari senin tanggal 19 Oktober 2009 pada pukul 10.00 sampai dengan 12.00 WIB di Laboratorium Ilmu-Ilmu Perairan (IIP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan , Universitas Brawijaya, Malang .
  1. TINJAUAN PUSTAKA
    1. Definisi Jaringan.
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Sekumpulan jaringan akan membentuk organ. Cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan adalah histologi. Sedangkan cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi.
    1. Diferensiasi Jaringan.
Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel-sel tumbuhan yang mempunyai bentuk, asal, fungsi dan struktur yang sama. Pada jaringan tumbuhan terdiri atas jaringan meristem dan jaringan permanen. Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya selalu membelah, JAringan meristem di bedakan menjadi dua yaitu meristem primer yang terdapat pada titik tumbuh dan meristem sekunder terdapat pada cambium. Sedangakan jaringan permanen adalah jaringan yang tidak meristematis. Jaringan primer di bedakan menjadi 4 yaitu jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong (kolenkim dan skelerenkim) dan jaringan pengangkut( xylem dan Floem )(Anonymmous, 2009).
Jaringan hewan adalah sekumpulan sel hewan yang mempunyai sttruktur dan fungsi yang sama. Jaringsn di dalam tubuh hewan mempunyai sifat yayng khusus dalam melakukan fungsinya seperti jaringan otot, Jaringan ikat, Jaringan syaraf dan jaringan ephitel. Berdasarkan fungsinya, jaringan epitel di bedakan menjadi empat yaitu epitel proteksi, epitel kelenjar , epitel absorbs, dan epitel sensori dan berdasarkan bentuknya yaitu epitel pipih selapis, epitel pipih berlapis, epitel kubus selapis, epitel kubur berlapis, epitel silindris selapis, epitel silindris berlapis, epitel silindris bersila, dan epitel transisional. Jaringan otot dibedakan menjadi tiga, yaitu jaaringan otot ppolos, otot larik dan otot jantung sedangkan jaringan ikat di bedakan menjadi enam yakni jaringan kartilago, jaringan orleon, jaringan darah, jaringan limfa, jaringan lemak, jaringan ikat padat, dan jaringan ikat longgar. (Laila, 2004)
2.3 Macam-Macam Jaringan Hewan dan Gambar
Tubuh hewan terdiri atas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Jaringan dengan struktur yang khusus memungkinkan mereka mempunyai fungsi dan spesifik, misalnya otot-otot jantung yang bercabang menghubungkan sel jantung yang lain. Jaringan ada 4 macam, antara lain:
  1. Jaringan Epithelium
Terdiri atas satu atau banyak lapisan sel yang menutupi permukaan dalam dan luar suatu organ. Secara embriologi, jaringan ephitelium berasal dari lapisan eksoderm, mesoderm, dan endoderm. Dibagian luar luar tubuh epithelium membentuk lapisan pelindung, di bagian luar tubuh epithelium membentuk lapisan pelindung, di bagian dalam tubuh terdapat di sepanjang sisi organ
.
( Wikipedia a, 2009 ).
  1. Jaringan Ikat
Jaringan ikat berfungsi untuk menunjang tubuh, di bentuk oleh sel dalam jumlah sedikit. Terdiri atas populasi sel yang tersebar di dalam matriks, secara embriologi, jaringan ikat berasal dari lapisan mesoderm. Sel-sel tersebut mensulesir matriks dengan anyaman serat yang tertanam di dalamnya.
  1. Jaringan Otot
Secara embiologii jaringan otot dari lapisan mesoderm. terdiri atas sel-sel yang atau berbentuk sel karena adanya molekul miofibri.
  1. Jaringan Syaraf
Jaringan syaraf berprean dalam penerimaan rangsangan dan penyampaian rangsangan. Secara embriologi, Jaringan ini berasal dari lapisan eksoderm. Jaringan ini terdapat pada system saraf pusat dan pada system saraf tepi.
2.4 Jaringan Tumbuhan, macam-macam dan gambar
Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel-sel tumbuhan yang mempunyai bentuk, asal, fungsi, dan struktur yang sama. Jaringan pada tumbuhan, terdapat 2 jaringan, antara lain :
  1. Jaringan Maristem
Jaringan ini sel-selnya selalu membelah. Ciri-cirinya bentuk dan ukurannya sama, dinding sel tipis, selnya penuh dengan protoplasma dan isi sel tidak mengandung zat makanan.
  1. Jaringan Permanen
Jaringan mengalami deferensiasi dan tidak meristematis lagi. Ciri-ciri selnya sudah tidak membelah, bentuk tetap, vakuala besar, dinding sel sudah mengalami penebalan.
  1. METODOLOGI
3.1 Alat dan Fungsi
Alat yang digunakan pada praktikum jaringan tumbuhan dan hewan antara
lain :
  • Mikroskop : Untuk mengamati obyek
  • Coverglass : Untuk menutupi obyek saat akan di amati
  • Objekglass : Untuk meletakkan objek
  • Stlet : Untuk menyayat bagian objek
3.2 Bahan dan fungsi
Bahan yang akan digunakan pada prkatikum jaringan tumbuhan dan hewan
antara lain :
  • Penampang melintas (akar, batang daun monokotil) atau dikotil : Objek yang diamati
  • Penampang organ tubuh hewan atau tumbuhan : Objek yang diamati
  • Penampang daun monokotil : Objek yang diamati
  • Penampang dikotil : Objek yang diamati
  1. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
  • Jaringan adlah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama.
  • Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel tumbuhan yang mempunyai struktur sama.
  • Jaringan hewan adalah sekumpula sel-sel hewan yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama
  • Jaringan ada otot dibedakan menjadi 3, yaitu jaringan otot polos, otot larik, dan otot jantung.
  • Jaringan pada hewan ada 4, yaitu Ephitelium, ikat, otot, dan syaraf.
4.2 Saran
Agar pada praktikum lebih interaktif dan lebih bersosialisasi terhadap Asisten praktikum. Serta lebih memperhatikan saat di jelaskan..
5. PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Setelah melakukan praktikum biologi mengenai sel hewan dan sel tumbuhan dapat di simpulkan bahwa:
  • Sel merupakan penyusun struktur kehidupan yang paling kecil atau paling sederhana .
  • Pada sel hewan bentuk sel tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel sehingga membrane sel dapat bergerak dengan bebas.
  • Pada tumbuhan memiliki bentuk yang tetap karena memliki sel sehingga gerakan membrane sel terbatas.
  • Pada praktikum mengenai sel hewan dan tumbuhan adapun alat-alat yang digunakan diantaranya: microskop binokuler, objek glass, tissue silet batang korek api, jarum penthul dan cover glass.
  • Pada praktikum mengenai sel hewan dan tumbuhan adapun alat-alat yang digunakan diantaranya: ketela pohon, bawang merah, ephitelium squasum, kentang sel gabus, paramecium, aquades dan larutan y-ky.
5.2 SARAN
Setiap pengamatan harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang maximal. Dalam proses pengamatan objek dengan menggunakan microskop pengaturan focus sebaiknya dilakukan dengan pelan-pelan.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR JARINGAN HEWAN DAN TUMBUHAN

LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI DASAR
JARINGAN HEWAN DAN TUMBUHAN
Disusun oleh :
HENGKI HARIADI
E1D011056
SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BENGKULU
HENGKI HARIADI              
  1. PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama dari sekumpulan jaringan yang akan membentuk organ. Cabang biologi yang mempelajari jaringan adalah histology. Sedangkan ilmu biologi yang mempelajari jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histologi (Anonymous, 2009 )
Jaringan di bedakan menjadi dua, yakni jaringan tumbuhan dan jaringan hewan. Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel-sel tumbuhan yang mempunyai bentuk, asal, fungsi dan struktur yang sama. Jaringan pada tumbuhan di bedakan menjadi dua yaitu meristem primer dan meristem sekunder. Sedangkan jaringan hewan adalah sekumpulan sel-sel hewan yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama, di bedakan menjadi empat yakni jaringan otot, Jaringan ikat, Jaringan syaraf dan jaringan ephitelium.
1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dari praktikum biologi dasar dengan materi jaringan tumbuhan dan ewan adalah agar praktikan dapat mengenali perbedaan antara jaringan tumbuhan dan jaringan hewan.
Tujuan dari praktikum biologi dasar dengan materi jaringan tumbuhan dan hewan adalah agar para praktikan dapat mengamati struktur sel tumbuhan dan hewan serta mengetahui perbedaan jaringan tumbuhan dan hewan.
1.3 Waktu dan Tempat
Praktikum biologi dasar dengan materi jaringan tumbuhan dan hewan dilaksanakan pada hari senin tanggal 19 Oktober 2009 pada pukul 10.00 sampai dengan 12.00 WIB di Laboratorium Ilmu-Ilmu Perairan (IIP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan , Universitas Brawijaya, Malang .
  1. TINJAUAN PUSTAKA
    1. Definisi Jaringan.
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Sekumpulan jaringan akan membentuk organ. Cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan adalah histologi. Sedangkan cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi.
    1. Diferensiasi Jaringan.
Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel-sel tumbuhan yang mempunyai bentuk, asal, fungsi dan struktur yang sama. Pada jaringan tumbuhan terdiri atas jaringan meristem dan jaringan permanen. Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya selalu membelah, JAringan meristem di bedakan menjadi dua yaitu meristem primer yang terdapat pada titik tumbuh dan meristem sekunder terdapat pada cambium. Sedangakan jaringan permanen adalah jaringan yang tidak meristematis. Jaringan primer di bedakan menjadi 4 yaitu jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong (kolenkim dan skelerenkim) dan jaringan pengangkut( xylem dan Floem )(Anonymmous, 2009).
Jaringan hewan adalah sekumpulan sel hewan yang mempunyai sttruktur dan fungsi yang sama. Jaringsn di dalam tubuh hewan mempunyai sifat yayng khusus dalam melakukan fungsinya seperti jaringan otot, Jaringan ikat, Jaringan syaraf dan jaringan ephitel. Berdasarkan fungsinya, jaringan epitel di bedakan menjadi empat yaitu epitel proteksi, epitel kelenjar , epitel absorbs, dan epitel sensori dan berdasarkan bentuknya yaitu epitel pipih selapis, epitel pipih berlapis, epitel kubus selapis, epitel kubur berlapis, epitel silindris selapis, epitel silindris berlapis, epitel silindris bersila, dan epitel transisional. Jaringan otot dibedakan menjadi tiga, yaitu jaaringan otot ppolos, otot larik dan otot jantung sedangkan jaringan ikat di bedakan menjadi enam yakni jaringan kartilago, jaringan orleon, jaringan darah, jaringan limfa, jaringan lemak, jaringan ikat padat, dan jaringan ikat longgar. (Laila, 2004)
2.3 Macam-Macam Jaringan Hewan dan Gambar
Tubuh hewan terdiri atas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Jaringan dengan struktur yang khusus memungkinkan mereka mempunyai fungsi dan spesifik, misalnya otot-otot jantung yang bercabang menghubungkan sel jantung yang lain. Jaringan ada 4 macam, antara lain:
  1. Jaringan Epithelium
Terdiri atas satu atau banyak lapisan sel yang menutupi permukaan dalam dan luar suatu organ. Secara embriologi, jaringan ephitelium berasal dari lapisan eksoderm, mesoderm, dan endoderm. Dibagian luar luar tubuh epithelium membentuk lapisan pelindung, di bagian luar tubuh epithelium membentuk lapisan pelindung, di bagian dalam tubuh terdapat di sepanjang sisi organ
.
( Wikipedia a, 2009 ).
  1. Jaringan Ikat
Jaringan ikat berfungsi untuk menunjang tubuh, di bentuk oleh sel dalam jumlah sedikit. Terdiri atas populasi sel yang tersebar di dalam matriks, secara embriologi, jaringan ikat berasal dari lapisan mesoderm. Sel-sel tersebut mensulesir matriks dengan anyaman serat yang tertanam di dalamnya.
  1. Jaringan Otot
Secara embiologii jaringan otot dari lapisan mesoderm. terdiri atas sel-sel yang atau berbentuk sel karena adanya molekul miofibri.
  1. Jaringan Syaraf
Jaringan syaraf berprean dalam penerimaan rangsangan dan penyampaian rangsangan. Secara embriologi, Jaringan ini berasal dari lapisan eksoderm. Jaringan ini terdapat pada system saraf pusat dan pada system saraf tepi.
2.4 Jaringan Tumbuhan, macam-macam dan gambar
Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel-sel tumbuhan yang mempunyai bentuk, asal, fungsi, dan struktur yang sama. Jaringan pada tumbuhan, terdapat 2 jaringan, antara lain :
  1. Jaringan Maristem
Jaringan ini sel-selnya selalu membelah. Ciri-cirinya bentuk dan ukurannya sama, dinding sel tipis, selnya penuh dengan protoplasma dan isi sel tidak mengandung zat makanan.
  1. Jaringan Permanen
Jaringan mengalami deferensiasi dan tidak meristematis lagi. Ciri-ciri selnya sudah tidak membelah, bentuk tetap, vakuala besar, dinding sel sudah mengalami penebalan.
  1. METODOLOGI
3.1 Alat dan Fungsi
Alat yang digunakan pada praktikum jaringan tumbuhan dan hewan antara
lain :
  • Mikroskop : Untuk mengamati obyek
  • Coverglass : Untuk menutupi obyek saat akan di amati
  • Objekglass : Untuk meletakkan objek
  • Stlet : Untuk menyayat bagian objek
3.2 Bahan dan fungsi
Bahan yang akan digunakan pada prkatikum jaringan tumbuhan dan hewan
antara lain :
  • Penampang melintas (akar, batang daun monokotil) atau dikotil : Objek yang diamati
  • Penampang organ tubuh hewan atau tumbuhan : Objek yang diamati
  • Penampang daun monokotil : Objek yang diamati
  • Penampang dikotil : Objek yang diamati
  1. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
  • Jaringan adlah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama.
  • Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel tumbuhan yang mempunyai struktur sama.
  • Jaringan hewan adalah sekumpula sel-sel hewan yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama
  • Jaringan ada otot dibedakan menjadi 3, yaitu jaringan otot polos, otot larik, dan otot jantung.
  • Jaringan pada hewan ada 4, yaitu Ephitelium, ikat, otot, dan syaraf.
4.2 Saran
Agar pada praktikum lebih interaktif dan lebih bersosialisasi terhadap Asisten praktikum. Serta lebih memperhatikan saat di jelaskan..
5. PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Setelah melakukan praktikum biologi mengenai sel hewan dan sel tumbuhan dapat di simpulkan bahwa:
  • Sel merupakan penyusun struktur kehidupan yang paling kecil atau paling sederhana .
  • Pada sel hewan bentuk sel tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel sehingga membrane sel dapat bergerak dengan bebas.
  • Pada tumbuhan memiliki bentuk yang tetap karena memliki sel sehingga gerakan membrane sel terbatas.
  • Pada praktikum mengenai sel hewan dan tumbuhan adapun alat-alat yang digunakan diantaranya: microskop binokuler, objek glass, tissue silet batang korek api, jarum penthul dan cover glass.
  • Pada praktikum mengenai sel hewan dan tumbuhan adapun alat-alat yang digunakan diantaranya: ketela pohon, bawang merah, ephitelium squasum, kentang sel gabus, paramecium, aquades dan larutan y-ky.
5.2 SARAN
Setiap pengamatan harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang maximal. Dalam proses pengamatan objek dengan menggunakan microskop pengaturan focus sebaiknya dilakukan dengan pelan-pelan.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR TENTANG SISTEMATIKA, ANATOMI, FISIOLOGI DAN MORFOLOGI IKAN MAS (Cypricus carpio) dan TIKUS (Mus musculus)

LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI DASAR
SISTEMATIKA, ANATOMI, FISIOLOGI DAN MORFOLOGI IKAN MAS (Cypricus carpio) dan TIKUS (Mus musculus)
Disusun oleh :
HENGKI HARIADI
E1D011056
SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
1.PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
Ikan termasuk hewan bertulang belakang ( vertebrata ) , bernafas dengan insang, habitat berada pada perairan . Ikan bergerak dan menjaga keseimbangan tubuhnya dengan menggunakan sirip – sirip . Morfologi ikan ada bermacam – macam, tetapi morfologi dasar adalah terdiri dari badan, kepala, dan juga ekor. ( Anonymous , 2009 ).
Sistem organ – organ pada tikus sama dengan manusia , sehingga pada praktikum tentang morfologi, anatomi dan fisiologi menggunakan tikus sebagai percobaan. (Anonymous , 2009)
    1. Maksud dan Tujuan
1.2.1 Maksud
Praktikum ini dimaksudkan agar para praktikan dapat mengetahui sistematika, fisiologi, morfologi dari ikan dan tikus.
1.2.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum tersebut adalah agar pra praktikan dapat melakukan pembedahan dari tubuh ikan maupun tikus.
    1. Waktu dan Tempat
1.3.1 Waktu
Praktikum ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 19 Oktober 2009 pukul 10.00 – 12.00 WIB.
1.3.2 Tempat
Praktikum ini dilakukan di Laboratorium Ilmu – Ilmu Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan , Universitas Brawijaya, Malang.
2.TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Ikan Nila
Ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh dan memanjang dan pipih kesamping, dan warna putih kehitaman. Ikan nila berasal dari sungai nil dan danau – danau disekitarnyaaa . Sekarang ikan ini telah trsebar kenegara – negara di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis. Nma ilmiah dari ikan nila yaitu Oreochromis niloticus dan dalam bahasa inggris dikenal sebagai Nile Tilapia.
2.1.1 Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Kelas (class) : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Familia : Cichildae
Genus : Oreochromis
Species : Oreochromis sp.
Spesies : Oreochromis niloticus
( Taksonomi, 1995 )
2.1.2 Morfologi dan Anatomi Ikan Nila
1. Morfologi Ikan Nila
Ikan ini memiliki ciri fisik badan dengan perbandingan antara panjang dan tinggi 2 banding satu. Sirip punggung dengan 16-17 duri tajam dan 11-15 duri lunak dan dubur dengan 3 duri dan 8-11 jari –jari. Tubuh berwarna kehitaman atau keabuan, dengan beberapa pita hitam belang yang makin mengabur pada ikan dewasa. Ekor bergaris – garis tegak, 7-12 sirip punggung dengan warna merah kemerahan atau kekuningan saat musim berbiak. ( wikipedia, 2009 )
2. Anatomi Ikan Nila
Menurut Ainun nimah (2009), ada 1o sistem anatomi pada tubuh ikan :
  1. Sistem penutup (kulit) : antara lain sisik, kelenjar racun, kelenjar lendir, dan sumber- sumber pewarnaan.
  2. Sitem otot (urat daging) : penggerak tubuh, siri-sirip, insang, organ listrik
  3. Sistem rangka (tulang) : tempat melekatnya otot, pelindung organ – organ dalam dan penggerak tubuh tulang tengkorak, tulang punggung, tulang rusuk, visceral (tulang penyokong insang), appendicular (tulang penyokong sirip), tulang – tulang penutup insag (operculum, sub eprculum, pre operculum, dan interculum).
  4. Sustem pernafasan (respirasi): ikan nila mengambil O2 dari perairan yang dibutuhkan untuk proses metabolismr. Organ – organ tersebut adalah insang yang terdiri dari tulang lengkung insag, tulang tipis insang dan dan insang.
  5. Sistem peredaran darah sirkulasi) : organnya adalah jantung dan sel – sel darah yang berfungsi untuk mengedarkan O2, nutrisi, dsb.
  6. Sistem pencernaan : organ – organ saluran pencrnaan dari arah depan atau nterior ke arah belakang berturut – turut adalah mulut atau rongga mulut, esofagus, lambung, usus pilorus dan pilotik saeka ) dan organ – organ tambahan antara lain kelenaja empedu, dan kelenjar pankreas
  7. Sistem saraf : organnya otak an saraf tepi.
  8. Sistem hormon : hormon dihasilkan oleh kelenjar – kelenjar hormon ; hormon pertumbuhan, hormon reproduksi, hormon ekskresi, dan osmoregulasi.
  9. Sistem ekskresi dan osmoregulasi : organnya terutama ginjal
  10. Sistem reproduksi :o rgan – organ reproduksi meliputi organ kelamin (gonad) yang menghasilkan sel – sel kelamin gamet). Gonad jantan menghasilkan spermatozoa melalui sepasang testis kiri dan kanan dan gonad betina menghasilkan sel telur melalui ovarium.
2.1.3. Sistem Pencernaan
Pencernaan pada ikan berlangsuung secara fisik dan kimiawi. Pencernaan secara fisik dimulai dari bagian rongga mulut yaitu denga berpaaranya gigi dalam proses pemotongan dan penggurusan makanan. Pencernaan mekanik ini juga berlangsung di segmen tambung dan usus yaitu melalui gerak-gerak (kontraksi) otot pada segmen tersebut. Pencernaan mekanik di segmen lambung dan usus terjadi secara lebih efektif oleh karena adanya peran cairan ‘’digestif’. (wikipedia, 2009)
2.1.4. Sistem Ekskresi
Ikan memiliki sistem ekskresi berupa ginjal dan suatu lubang pengeluaran yang disebut lubang urogenital ialah lubang tempat bermuaranya saluran ginjal dan yan g berada tepat di belakang anus.
Ginjal pada ikan yang hidup di air laut memiliki sedikit glomelurus sehingga perisa hasil metabolisme berjalan lambat dibandingkan ikan air tawar. (ka.462, 2008 ).
2.1.5. Sistem Reproduksi
Sistem reproduksi ialah sistem untuk mempertahankan spesies dangan menghasilkan keturunan yang fertil. Embriologi ialah urutan proses perkembangan dari zigot sampai pada anak ikan dst. Organ reprduksi daintaranya organ kelamin (gonad) menghasilkan sel kelamin (gamet) yaitu spermatozoa (gonad jantan), biasanya sepanjang kiri dan kanan lalu menghasilkan pula telur (gonad betina) yaiu ovari/ovarium. (ainun,2009 ).
2.1.6. Jenis Sisik dan Fungsi
1. Sisik Koloid
Hanya dijumpai pada ikan bangasa crossopterygi yang telah punah. Sisik ini
berlapis-lapis dimana lapisan terdalam terbangaun dari tulang yang memipih.
2. Sisik Gonoid
Diitemukan pada ikan suhu lepisosteidane dan polyteride. Sisik ini serupa dengan sisik kosmoid dengan sebuah lapisan gemoin terletak diantara lapisan kasmin dan enamed.
3. Sisik Plakoid
Dimiliki oleh ikan hiu dan ikan bertulang belakang rawan lainnya.
4. Sisik leptoid
Didapati pada ikan yang bertulang belakang keras dan memiliki 2 bentuk. Sisik sikoloid dan sisik klenoid. ( The Diversity of Fishers, 1997 )
2.1.7. Jenis Eko
( Taksonomi 2005 )
Gambar Sisik Ikan
2.2. TIKUS
2.2.1. Klasifikasi Tikus
Tikus yang dalam klasifikasinya dimasukan kedalam sub filum vertebrata ( hewan-hewan beruas tulang belakang ), kelas mamalia (hewan- hewan menyusui ), ordo rodentia ( hewan-hewan yang mengerat ) dan family murridae yang merupakan salah satu hama yang penting pada tanaman pertanian (pangan,horticulur,dan perkebunan). (Anonymous, 2009)
Klasifikasi tikus yaitu ;
  1. Kerajaan : Animalia
  2. Fillum : Chordata
  3. Kelas : Mamalia
  4. Ordo: : Rodentia
  5. Super family : Muroidae
  6. Familnya : Muridae
  7. Sub suku : Murinae
  8. Genus : Mus
  9. Species : Musculus
2.2.2. Morfologi dan Anatomi
Tikus rumah memiliki panjang 65-95 mm dari ujung hidung mereka ke ujung tubuh mereka. Bulu mereka berkisar dalam warna dari coklat muda sampai hitam dan pada umunya memiliki warna putih. Tikus memiliki ekor panjang yang memiliki sedikit bulu dan memiliki deretan lingkaran sisik. Tikus rumah cenderung memiliki panjang bulu ekor lebih gelap ketika hidup erat dengan manusia, mereka berkisar 12-30 gram berat badanya. Banyak bentuk-bentuk domestik tikus telah dikembangkan yang bervariasi dalam warna dari putih menjadi hitam dan dangan bintik-bintik. (Syariffauzi, 2009 ).
2.2.3. Sistem Pencenaan
Sistem pencernaan terdiri atas saluran pencernaan atau kelenjar-kelenjar yang berhubungan, fungsinya untuk :
a). Ingesti dan Digesti makanan.
b). Absorbsi sari makanan.
c). Eliminasi sisa makanan.
Langkah-langkah pproses pencernaan makanan :
1). Pencernaan di mulut dan di rongga mulut,makanan di giling menjadi kecil-kecil oleh gigi dan di basahi oleh saliva.
2). Disalurkan melalui foring dan asophogus.
3). Pencernaan di lambung dan di usus halus. Dalam usus halus diubah menjadi asm-asam amino, monosakarida, gliserida, dan unsur-unsur dasar yang lain.
4). Absorsi air dlam usus besar akibatnya, isi yang tidak dicerna
Menjadi setengah padat (feses).
5). Feces dikeluarkan dari dalam tubuh melalui kloaka (bila ada)
Kemudian ke anus. (Iqbal , 2007)
2.2.4. Sistem Eksresi
Sistem ekskresi mamalia hampir sam dengan manusia, tetapi sedikit berbeda yang di sebabkan oleh liingkun tempat tinggalnya. Paru-paru terletak di dalam rongga dada, di lindungi oleh struktur selangka dan di selaputi karung di dinding dikenal sebagai pelura. Bernafas kebanyakan dilakukan olh diagfragama paru-paru berada mengembang. Sangkar selangka juga boleh menguncup sedikit ini menyebabkan udara tertarik ke dalam keluar paru-paru melalui frakhea dan broknial tubes yang bercabang dan mempunyai alveolus di ujung yaitu karung kecil di kapilari yang penuhi darah. disini oksigen meresap banyak masuk kedalam darah, dimana akan di angkut oleh hemoglobin. (Ka ,462, 2008).
2.2.5.Sistem Reproduksi
a). Tahap pembentukan spematozoa di bagi atas 3 tahap yaitu :
1. Spermatogenesis.
Meupakan tahap spermatogenea yang mengalami mitosis berkali-kali yang akan menjadi spermatosot primer. Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti sel nya dan mengalami meiosis. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak, yaitu spermatosit skunder.
2. Tahapan meiosis
Spermatosid primer, menjauh dari lamina basalis, sitoplasma makin banyak dan segera mengalami meiosis 1, yang kemudian diikuti dengan meiosis 2.
3. Tahapan spermiogenesis
Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang memiliki 4 fase yaitu fase golgi, fase tulup, fase akrosom, dan fase pematangan. Hasil akhir berupa empat spermatozoa masuk. (Iqbal, 2008).
3.METODOLOGI
    1. 3.3 Alat dan Fungsi
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
  • Mikroskop
Fungsinya untuk mengambil objek dan gerakan yang sangat halus yang tidak terlihat dengan mata telanjang atau untuk mengamati sisik ikan nila.
  • Penggaris
Fungsi untuk mengukur panjang ikan.
  • 1 set alat bedah
Fungsi untuk membedah
  • Nampan
Fungsi sebagai tempat atau wadah membedah ikan nila dan tikus.
  • Washing bottle
Fungsi untuk tempat aquades
  • Sarung tangan
Fungsi untuk melindungi tangan dan sebagai alat pelengkap dalam proses pembedahan
  • Jarum pentul
Fungsi untuk menjepit badan ikan nila dan tikus yang akan dibedah.

    1. 3.2 Bahan dan Fungsi
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
  • Ikan nila : sebagai bahan pengamatan.
  • Tikus : sebagai bahan pengamatan.
  • Aquades : untuk menetesi preparat.
  • Tissue : untuk membersihkan alat – alat praktikum yang basah.
  • Kapas : untuk mengambil etanol karena bersifat menyerap larutan
  • Etanol : untuk mensterilkan alat bedah
  • Chloroform : untuk membius tikus
  • Air : untuk mencuci alat – alat yang kotor.
    1. 3.3 Skema Kerja
Berikut skema kerja dari praktikum tersebut :
  1. Ikan Nila
Disiapkan ikan nila
Ditusuk media oblongata
Setelah mati, diamati bagian – bagiannya
Di bedah
Diamati organ – organnya
Dicatat
Digambar
Hasil
  1. Pada Tikus (Mus Musculus)
Dibius dengan chlorofoam menggunakan kapas
Diletkkan distreofoam dan di kepit dengan jarum pentul
Diamati
Digambar
Dibedah
Diamati bagian – bagiannya
Dicatat
Digambar
4. PEMBAHASAN
4. 1 Analisa Prosedur
Pertama – tama hal yang harus dilakukan adalah dipersiapkan alat dan bahan. Untuk percobaan pertama yaiu tikus. Sebelum tikus di bedah, tikus dimatikan terlebih dahulu dengan larutan chlorofoam, fungsi dari chlorofoam yaitu sebagai obat bius untuk mematikan tikus. Setelah tikus mati, bedah tikus dengan menggunakan gunting dan diusahkan agar tidak mengenai organ dalammnya, jika mengenai organ dalam maka organ dalam tersebut tidak akan bisa di amati. Setelah itu kulit tikus dikuliti menggunakan silet. Dan kulit tikus tersebut di terlntangkan di atas streofoam dengan bantuan jarum pentul. Setelah itu di amati bagian organ dalamnya dan dicatat serta di gambar.
Pada percobaan kedua yaitu ikan nila. Sebelum dibedah ambil ikan nila di aquarium, ssetelah itu diltakkan di atas meja laboratorium dengan menggunakan alas kain dengan bertujuan agar meja laboratorium tetap bersih. Lalu ikan nila di bunuh dengan cara di usuk pada bagin kepala atau pada bagian otak ikan nila tersebut karena medula oblongata menjadi sistem pusat saraf. Setelah itu sayat ikan menggunakan silet dan gunting mulai dari bagian bawah ( anus ) sampai bawah kepala. Setelah itu amati bagian dalam ikan dengan menggunakan pinset agar mudah di dalam pengamatan. Lalu catat hasilnya dan gambar. Pada sisik ikan diamati dengan mikroskop untuk melihat pada struktur ikan.
4.2 Analisa Hasil
Pada percobaan dari sitematika, morfologi, anatomi dan fisiologi diperoleh hasil yaitu sebagai berikut. Pada ikan nila setelah di bedah tampak bagian organ dalamnya yaitu insang, hati, lmbung, usus, pankreas dan gelembung renang. Gelembung renang berfungsi untuk mengatur naik turunnya ikan saat berenang. Selain organ dalam terdapat juga organ bagian luar yaitu seperti sirip da sisik. Pada ikan nila tedapat 5 macam sirip yaitu sirip punggung, sirip ekor, sirip perut, sirip dubur, sirip dada. Sdankan sisik pada ikan nila disebut cetenoid, bentukya sedikit bergerigi dan fungsi sisik pada ikan yaitu untuk mengklarisifikasikan jrnis ikan, menentukan umur dan digunakan dalam taksonomi. Fungsi pada sirip yaitu untuk menyeimbangkan tubuh ikan dan mempermudah gerakkn pada saat berenang. Adapun insang yang terletak pada samping kepala ikan dan pada insang ini oksigen dalam air dan diangkap oleh darah lalu ke sistem pembuluh darah. Kita juga dapat mengetahui sitematika pencernaan pada ikan nila, yaitu dari mulut ke kerongkongan menuju lambung kemudian ke usus dan berakhir di anus.
Pada tikus terdapat organ – organ yaitu paru – paru yang dilindungi oleh diagfragma, tedapat lambung yang tersambung dengan usus, terdapat hati pula. Dan sistematika pencernaan tikus yaitu dari rongga mulut menuju esofagus lalu menuju ke lambung, setelah itu ke usus halua dan usus besar dan berakhir di kloaka.
Gambar ikan sebelum di bedah Gambar ikan setelah di bedah
Gambar tikus sebelum di bedah Gambar tikus setelah di bedah
5. PENUTUP
    1. 5.1 Kesimpulan
      1. Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum yang telah di lakukan yaitu :
  • Ikan Nila (Oreochromis sp) termasuk jenis hewan vertebrata.
  • Ikan nila mempunyai ciri khusus yaitu inter musculla born, ususnya panjang, terdapat lapisan lemak
  • Ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk uubuh memanjang dan pipih kesamping, dan warna kehitaman
  • Seluruh badan ikan nila mempunyai sisik dan mempunyai gurat sisi
  • Ada 10 sistem anatomi pada tubuh ikan yaitu :
  • Sistem penutup tubuh ( kulit )
  • Sistem otot ( urat daging ), penggerak tubuh, sirip, daging
  • Sistem rangka ( tulang )
  • Sistem pernafasan ( respirasi )
  • Sistem peredaran darah ( sirkulasi )
  • Sistem pencernaan
  • Sistem saraf
  • Sistem eksresi dan osmoregulasi
  • Sistem reproduksi dan embriologi
  • Sistem hormon
  • Sistem pencernaan ikan nila berlangsung secara fisik dan kimiawi
  • Sistem ekskresi pada ikan nila berupa ginjal dan lubamg urogenital
  • Tikus termasuk jenis hewan vertebrata
  • Organ dalam tubuh tikus mirip dengan manusia
  • Sistem pencernaan atau kelenjar – kelenjar yang berhubungan
  • Sistem eksresi tikus ( mamalia ) hampir sama dengan manusia
  • Sistem repoduksi tikus terbagi atas 3 tahap yaitu:
  • Spermatogenesis
  • Tahap meiosis
  • Tahap spermiogenesis
    1. 5.2 Saran
Pada kegiatan praktikum ini, sebaiknya alat dan bahan yang akan digunakan di persiapkan terlebih dahulu, agar praktikan dapat berjalan dengan baik. Dan untuk para praktikan agar mempersiapkan diri materi-materi yang akan dipraktekkan, agar dalam kegiatan praktikum tidak terhambat.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR TENTANG Sel Hewan, Sel Tumbuhan, dan Benda Kecil Lainnya

LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI DASAR
Sel Hewan, Sel Tumbuhan, dan Benda Kecil Lainnya
Disusun oleh :
HENGKI HARIADI
E1D011056
SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
  1. Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Sel merupakan organisasi terkecil dari materil yang mengandung kehidupan. Beberapa ahli biologi mengatakan adanya kehidupan didalam suatu partikel yang lebih kecil dari sel yang terkecil di sebut virus.
Bentuk sel ada yang pipih, memanjang, sangat panjang dan bikonkaf. Sedang ukuran dari sel pada umumnya microskopis. Pada manusia diameter rata-rata kira-kira 10ยต, namun pada sel-sel telur yang belum memulai perkembangan, merupakan sel tungal yang biasanya terlihat dengan mata biasa (anonymous, 2009).
Sel pertama kali dikenalkan oleh Robert hooke pada tahun 1665 yang mengamati jaringan gabus pada tumbuhan yang merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah sel dapat berfungsi secarqa autimon asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi (anonymous, 2009).
1.2 Maksud dan tujuan
Maksud dengan adanya praktikum ini adalah agar para praktikan dapat mengetahui ciri-ciri dan perbedaan antar sel hewan dengan sel tumbuhan.
Tujuan dengan diadakanya praktikun biologa dasar tentang sel hewan dan sel tumbuhan adalah untuk menerapkan penggunaan dengan baik dan tepat, serta memahami ciri-ciri sekaligus dapat membedakan sel hewan dengan sel tumbuhan.
1.3 Waktu dan tempat
Praktikum buologi dasar tentang sel hewan dan sel tumbuhan dilaksanakan padahari senin tangal 12 oktober 2009 pukul 10.00-12.00 wib. Bertempat di laboratorium IIP (ilmu-ilmu perairan) fakultas perikanan dan ilmu kelautan universitas Brawijaya Malang
2. Tinjauan pustaka
2.1 Pengertian sel
Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupai dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan di atur dalam suatu sel dan berlangsung didalamnya. Sel juga terbagi menjadi 2 yaitu: sel eukariota, dan sel prokariota. Sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular, sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling kerja sama dalam lingkup yang rapi (anonymous 2009)
2.2 bentuk-bentuk sel dan contohnya
Pada sel hewan bentuknya tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel , sehinga membrane sel dapat bergerak dengan bebas. Pada tumbuhan bentuknya tetap karenamemiliki dinding sel, sehingga gerakaan membrane sel terbatas. Sel bisa berbentuk batang (basil), bulat (coclus), oval dan spiral (anonymous 2009).
2.3 Bagian-bagian sel dan fungsinya
> Membran plasma : berfungsi untuk melindungi sel, mengatur keluar masuknya zat-zatdan sebagai respirator dari rangsanganluar sel.
> sitoplasma : sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel.
> nucleus : sebagai pengendali kehidupan sel, pengatur pembelahan sel, pengatur warisan sifat dan pengatur pembelahan sel.
> lisosom : berfungsi mencerna zat-zat yang masuk ke dalam sel
> RE (halus) : berfungsi mensitesis lemak, dan menetralisir racun.
> kompleks golgi : organel yang menampung dan mengolah protein.
> mikrotubulus : mengatur dalam pergerakan kromosom saat sel membelah.
> vakoula : tempat menyimpan cadangan makanan
> mitokondria : sebagai tempat respirasi selular.
> badan bolgi : merupakan tempat situs respirasi selular.
> kloroplas : tempat berlangsungnya fotosintesis.
2.4 Perbedaan sel hewan dengan sel tumbuhan
No Sel tumbuhan Sel hewan
1 Tidak ada sentriol Terdapa sentriol
2 Terdapat sitokenesis Tidak ada pembentukan dinding sel
3 Tidak ada pembatasan pertumbuhan Terdapat batasan pertumbuhan
4 Sel lebih besar Sel lebih kecil
5 Tidak mempunyai sentrosom Mempunyai sentrosom
6 Tidak memiliki lisosom Memiliki lisosom
7 Mempunyai dinding sel Mempunyai dinding sel

3. METODOLOGI
3.1 Alat dan fungsi
Dalam praktikum biologi dasar tentang sel hewan, sel tumbuhan dan benda kecil lainya adapun alat-alat yang digunakan diantaranya:
Microskop binokuler : untuk mengamati sel hewan dan sel tumbuhan
Object glass : sebagai wadah untuk meletakan preparat
Tissue : untuk membersihkan kaca preparat sebelum di letakan pada microskop.
Silet : untuk mengiris tipis bahan-bahan yang akan diamati dengan menggunakan microskop.
Cover glass : untuk melindungi atau untuk menutup preparat.
Lap flannel : unng tuk membersihkan cover glass.
Jarum pentul : untuk mengambil sel gabus pada batang ketela pohon.
Batang korek api : untuk mengambil epithelium squamosum pada pipi.
3.2 Bahan dan fungsi
Dalam praktikum mengenai sel tumbuhan, sel hewan dan benda kecil lainya adapun bahan-bahan yang digunakan diantaranya:
Ephitelium squasum pipi : sebagai bahan yang akan diamati untuk dilihat bentuk selnya.
Ketela pohon : sebagai bahan yang akan diamati bentuk selnya
Kulit umbi bawang merah : sebagai bahan yang akan diamati bentuk selnya
Kentang : sebagai bahan yang akan diamati bentuk selnya.
Sel gabus / irisan gabus : sebagai bahan yang akan diamati bentuk selnya.
Paramecium dan muchor : sebagai bahan yamg akan diamati bentuk selnya.
Aquades : untuk memperjelas hasil pengamatan
Larutan y-ky : untuk memperjelas hasil pengamatan.
3.3 Skema kerja
  • Kentang
1. mikroskop disiapkan
2. kentang :
Disayat tipis dengan silet
Diletakan pada objek glass.
Di tetesi larutan y-ky (1 tetes)
Di tutup dengan cover glass.
Di ganti dengan microskop dengan perbesaran 400X
Di amati dan di gambar
  • Ketela pohon
1. mikroskop disiapkan
2. Ketela pohon :
Diambil , disayat tipis dengan silet
Diletakan pada objek glass.
Di tetesi larutan y-ky (1 tetes)
Di tutup dengan cover glass.
Di ganti dengan microskop dengan perbesaran 400X
Di amati dan di gambar
  • Umbi bawang merah
1. Mikroskop disiapkan
2. Umbi bawang merah :
Diambil , disayat tipis dengan silet
Diletakan pada objek glass.
Di tetesi aquades
Di tutup dengan cover glass.
Di ganti dengan microskop dengan perbesaran 400X
Di amati dan di gambar
  • Paramecium
1. mikroskop disiapkan
2.Kultur jaringan air
3. Paramecium :
Diambil dengan menggunakan pipat tetes
Di teteskan pada objek glass.
Di tutup dengan cover glass.
Di ganti dengan microskop dengan perbesaran 400X
Di amati dan di gambar
  • Epithelium pipi
1. mikroskop disiapkan
2. Epithelium diambil di pipi :
dikorek bagian dalam pipi dengan menggunakan batang korek api
dioleskan di atas objek glass.
di tetesi dengan larutan larutan biru metile
di tutup dengan cover glass.
di ganti dengan microskop dengan perbesaran 400X
di amati dan di gambar
  • muchor
1. mikroskop disiapkan
2. Mucor diambil pada air tawar :
Di diamkan beberapa hari di udara terbuku
Diambil dengan menggunakan pipet tetes
Dioleskan di atas objek glass.
Di tetesi dengan alcohol 20%
Di tutup dengan cover glass.
Di ganti dengan microskop dengan perbesaran 400X
Di amati dan di gambar
4. PEMBAHASAN
    1. Data uji Pengamatan
NO NAMA SEL GAMBAR TANGAN GAMBAR LITERATUR
1
2
3
4
5
6
KENTANG
SEL GABUS
PARAMECIUM
SEL BATANG KETELA
MUCHOR
EPHITELIUM PIPI


4.2 Analisa prosedur
- kentang
Pertama-tama mempersipkan alat dan bahan, kemudian menyayat kentang tipis-tipis dengan menggunakan silet lalu meletekan sayatan kentang pada objek glass dan tatasi kentang dengan larutan y-ky kemudian menutup objek glass dengan menggunakan cover glass terus mengamati dengan menggunakan microskop yang menggunakan perbesaran 400X kemudian mengamati dan mengambar.
  • ketela pohon
pertama-tama mempersiapkan alat dan bahan yang akan diggunakan.kemudian menyayat tipis ketela pohon dengan menggunakan silet kemudian meletakan objek pada objek glass dan menetesi dengan aquades. Usahakan objek glass miring dengan kemiringan 45 derajat kemudian menutup dengan cover glass terus mengamati menggunakan microskop dengan perbesaran 400X terus mengamati dan menggambar objek.
  • Bawang merah
Pertama-tama mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan , mula-mula menyayat kulit bawang tipis –tipis dengan menggunakan silet, kemudian meletakan pada objek glass dan menetesi menggunakan aquades, usahakan objek glass miring kira-kira 45 derajat kemudian menutup bengan cover glass kemudian mengamati dengan menggunakan microskop dengan perbesaran 400X terus mengamati dan menggambar.
  • Paramechium
Pertama-tama mempersiapkan alat dan bahan yang akan diggunakan, kemudian mengambil segelas air kultur jerami dan mengambil beberapa tetes dengan menggunakan pipet tetes lalu meneteskan pada objek glass usahakan objek glass miring kira-kira 45 derajat terus di tutup dengan cover glass, kemudian mengamati dengan microskop dengan perbesaran 400X lalu mengamati dan menggambar
  • Ephitelium pipi
Pertama-tama mempersiapkan alat dan bahan yang akan diggunakan,kemudian mengorek pada bagian pipi dalam menggunakan korek penthul, , kemudian meletakan pada objek glass dengan menetesi larutan biru methilen, usahakan objek glass miring kira-kira 45 derajat kemudian menutup bengan cover glass kemudian mengamati dengan menggunakan microskop dengan perbesaran 400X terus mengamati dan menggambar.
    1. Analisa Hasil
Dari data pengamatan yang telah dilakukan didapatkan gambar-gambar sebagai berikut:
Sel kentang mucor
Epithelium pipi sel batang ketela
paramecium sel gabus
pada literature terdapat gambar seperti padahasil pengamatan terdapatbeberapa gambar yang tidak sama yaitu: ephitelium pipi dan sel gabus. Kemungkinan pada percobaan kali ini tedapat kesalahan atau ketidaksamaam microskop didalam perbesaran ataupun jenisnya. Pada gambar asli bentuk sel gabus tetapi pada gambar litertur bentuknya seperti sel bawang. Sedangkan bentuk sel epithelium pipi menurut pengamatan dari praktikum bentuknya memanjang pada inti sel lalu pada gambar literatur bentuknya seperti sel bawang juga. Jadi dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dengan menggunakan perbesaran 10X10 = 100X perbesaran dengan menggunakan lensa okuler X lensa objektif.
5. PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Setelah melakukan praktikum biologi mengenai sel hewan dan sel tumbuhan dapat di simpulkan bahwa:
  • Sel merupakan penyusun struktur kehidupan yang paling kecil atau paling sederhana .
  • Pada sel hewan bentuk sel tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel sehingga membrane sel dapat bergerak dengan bebas.
  • Pada tumbuhan memiliki bentuk yang tetap karena memliki sel sehingga gerakan membrane sel terbatas.
  • Pada praktikum mengenai sel hewan dan tumbuhan adapun alat-alat yang digunakan diantaranya: microskop binokuler, objek glass, tissue silet batang korek api, jarum penthul dan cover glass.
  • Pada praktikum mengenai sel hewan dan tumbuhan adapun alat-alat yang digunakan diantaranya: ketela pohon, bawang merah, ephitelium squasum, kentang sel gabus, paramecium, aquades dan larutan y-ky.
5.2 SARAN
Setiap pengamatan harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang maximal. Dalam proses pengamatan objek dengan menggunakan microskop pengaturan focus sebaiknya dilakukan dengan pelan-pelan.